Create a CC.CC site!
No cost needed
No coding needed

Start now >>
BINA USAHA MANDIRI
Search by Name
-- Profil Bina Usaha Mandiri (BUM) --
Books (B U M)

BINA USAHA MANDIRI (BUM)

PENDAHULUAN
Keadaan sekeliling dan lingkungan kita dapat mempengaruhi kita.
Keadaan jiwa juga dapat mempengaruhi kita.
Keadaan suasana hati dapat pula mempengaruhi kita. Mempengaruhi untuk bersikap berpartisipasi dan melakukan sesuatu tindakan.
Pada beberapa waktu lalu, saya diberitahu tentang banyaknya pengemis yang dapat penghasilan 1-2 juta per hari. Ibu-ibu tua, bahkan anak-anak di pinggir jalan tiba- tiba penghasilannya meningkat di bulan Ramadhan dan puncaknya pas lebaran. Karena hal ini pula seringkali mereka khusus datang dari desa ke kota hanya untuk dapat melakukan/meraup penghasilan yang berlebih walaupun itu degan bekerja sebagai pengemis.

Upaya mengurangi kemiskinan secara komprehensif dan terfokus dalam rangka mengatasi bertambahnya jumlah penduduk miskin dan pengangguran terus dilakukan. Kemiskinan makin meningkat dan pengangguran makin bertambah salah satunya adalah disebabkan oleh karena banyaknya barang barang sembako yang tidak menentu harganya/ di mana harga-harga berfluktuasi dan lapangan kerja makin terbatas.

Program Penanganan Ekonomi Sosial Masyarakat (P2SEM) Jawa Timur dimaksudkan untuk memperkuat dukungan pada program-program reguler penanganan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Dalam implementasinya, program tersebut diharapkan untuk mempertimbangkan potensi lokal (sumber daya lokal dan sumber daya manusia), mengedepankan partsisipasi masyarakat, dan diarahkan untuk memperkuat sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya local.

Usaha mikro dapat digolongkan sebagai jenis usaha pinggiran, asumsi ini berdasarkan fakta yang menyertainya yaitu penggunaan teknologi yang relatif sederhana, tingkat modal dan akses terhadap kredit yang rendah, serta cenderung berorientasi pada pasar lokal. Namun demikian, sejumlah kajian di beberapa negara termasuk Indonesia menunjukkan bahwa usaha mikro berperan cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja melalui penciptaan lapangan pekerjaan, menyediakan barang dan jasa dengan harga murah, serta mengatasi masalah kemiskinan. Disamping itu, usaha mikro juga merupakan salah satu komponen utama pengembangan ekonomi lokal, dan berpotensi meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Ada beberapa pendekatan untuk menumbuhkembangkan usaha mikro, yaitu secara individu, kelompok, dan gabungan keduanya. Namun kebanyakan pakar dan praktisi menyaranakn untuk menggunakan pendekatan kelompok, karena kelemahan dalam manajemen selalu menyertai usaha mikro.

Upaya pengembangan usaha mikro telah banyak dilakukan oleh lembaga non pemerintah maupun pemerintah. Hal itu biasanya diwujudkan dalam bentuk pelatihan manajemen dan bantuan modal usaha, serta pendampingan. Upaya ini sangat mungkin berjalan agak mudah, karena penerima upaya umumnya telah memiliki unit usaha sehingga mampu mengindentifikasi kekuatan dan tantangan yang akan dihadapinya berdasarkan pengalaman yang telah mereka lalui.

Namun upaya untuk menstimulasi perintisan usaha mikro relatif jarang dijadikan program baik oleh ornop maupun pemerintah sendiri. Salah satu hambatan yang ditemui oleh pemberi upaya adalah sulitnya menentukan dan menjaring sasaran. Hal ini sebetulnya tidaklah kemudian menutup kemungkinan untuk melakukan upaya tersebut. Apalagi dalam kondisi ekonomi tak menentu seperti saat ini.

Kemudian dari sisi penerima upaya (sasaran) hambatan yang kerap mengemuka adalah ketakutan untuk memulai. Takut jika nanti unit usahanya gagal, kemudian berakhir bangkrut. Tentu hambatan ini diluar sulitnya akses modal yang sudah menjadi rahasia umum dunia usaha mikro.

Kota Surabaya sebagai ibu kota Propinsi Jawa Timur senantiasa didatangi para urban untuk mengadu nasib. Pada perkembangannya, kota Surabaya kemudian mengalami metamorfosis dari kota industri menjadi kota jasa, perdagangan, dan administratisf.

Latar Belakang
Pendekatan pengembangan masyarakat yang partisipatoris harus dimulai dengan orang-orang yang paling mengetahui tentang sistem kehidupan mereka sendiri. Pendekatan ini harus menilai dan mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan mereka, dan memberikan sarana yang perlu bagi mereka supaya dapat mengembangkan diri. Ini memerlukan perombakan dalam seluruh praktek dan pemikiran, disamping bantuan pembangunan (pemberdayaan).

Kemandirian masyarakat partisipatoris mengindikasikan adanya dua perspektif; pertama: pelibatan masyarakat setempat dalam pemilihan, perancangan, perencanaan, dan pelaksanaan program yang akan mewarnai hidup mereka, sehingga dengan demikian dapatlah dijamin bahwa persepsi setempat, pola sikap, dan pola berpikir, serta nilai-nilai dan pengetahuannya ikut dipertimbangkan secara penuh. Kedua: membuat umpan balik yang pada hakekatnya bagian tak terlepaskan dari kegiatan kemandirian masyarakat. Kedua perspektif ini akan mampu mengoptimalkan indikator yang mencakup: ketersediaan, relevansi, akses, penggunaan, cakupan, mutu, upaya, efisiensi, dan dampak dari proses dan pelaksanaan pengembangan kemandirian masyarakat.

Adalah sesuatu yang sudah semakin jelas bahwa metode pengembangan kemandirian melalui program – program kegiatan (BUM) merupakan salah satu cara pendekatan bagi pembentukan kesadaran dan kemampuan/peningkatan keterampilan (skill) dari suatu kelompok masyarakat. Partisipasi kelompok merupakan sesuatu yang sangat penting untuk bertukar gagasan tentang arah dari suatu komunitas. Oleh sebab itu Bina Usaha Mandiri (BUM) harus berupaya dengan sekuat tenaga untuk melibatkan semua pihak masyarakat. Mereka harus diajak dalam diskusi, pemahaman teori, praktek, dan sebagainya; karena keterlibatan tadi merupakan cara yang paling tepat dan efektif. Untuk mendidik secara serius, berarti merencanakan suatu cara belajar dan menggunakan waktu yang tepat bagi keyakinan serta keterbukaan untuk berkembang menjadi mandiri.

Program Pengembangan Bina Usaha Mandiri diharapkan mampu menjadi salah satu jalan keluar untuk mengurangi masalah-masalah ketimpangan sosial, ekonomi, dan budaya yang terjadi di komunitas kawasan perkampungan lokal. Keadaan yang demikian bisa dilihat terutama di wilayah Surabaya Barat yang merupakan pilihan bagi kebijakan pengembangan pembangunan di Surabaya. Plan Kota Mandiri yang dikembangkan di daerah ini merupakan wujud nyata dari kebijakan rencana umum tata ruang kota. Konsep kota modern yang dikembangkan memunculkan pesatnya pendirian pemukiman mewah lengkap dengan segala fasilitas penunjangnya, seperti: lapangan golf, gedung perkantoran, sarana rekreasi kota, mall dan swalayan, sarana pendidikan yang mewah, dll. Suatu lingkungan yang kontras dengan situasi masyarakat asli di daerah itu, baik dinilai dari keadaan ekonomi, sosial, maupun budaya.
Guna memberikan dukungan yang memadai terhadap besarnya tingkat pengangguran (akibat kehilangan sebagian besar tanah pertanian) yang dihadapi oleh masyarakat sekitar kawasan pemukiman modern, pembinaan melalui pelatihan-pelatihan kewirausahaan, merupakan salah satu cara dalam mengembangkan proses pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendekatan pendidikan ketrampilan. Perkumpulan Bina Usaha, yang pendiriannya dirintis bersama-sama Pemuda masyarakat dan pihak Lembaga Pengembangan Masyarakat Komunitas Surabaya Barat, pada tahun Th 2005 telah dirintis untuk membentuk suatu Perkumpulan yang bisa memenuhi tujuan diatas
1) Th 2004-2005 menjalankan kerja sosial bersama masyarakat, Organisasi masyarakat lokal yang ada (Remaja Masjid, LKMK dan Karang Taruna)
2) Th 2005 baru mulai bekerja sama dengan sebuah Lembaga Pengembangan Masyarakat (LPM).
3) Th 2008 baru dilakukan pendirian/Legalitas Perkumpulan dengan Nomor Akta Notaris : 02. Tanggal 11 Oktober Th 2008
Visi
Perkumpulan “BINA USAHA MANDIRI” (BUM)
KERJA SOSIAL BERKELANJUTAN YANG BERTUMPUH PADA KEMANDIRIAN BERWIRA USAHA.
Misi
• Menata dan Membangun masyarakat dengan program berkelanjutan
• Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses kerja sosial berkelanjutan
• Meningkatkan SDM melalui pemberdayaan di berbagai bidang
• Memberikan layanan informasi yang akurat terhadap masyarakat sesuai dengan kebutuhannya
• Meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian untuk lembaga dan masyarakat
MAKSUD DAN TUJUAN
1. Untuk menguatkan motivasi dan semangat wirausaha penduduk terutama yang berada pada usia produktif namun masih menganggur.

2. Untuk menumbuh kembangkan keterampilan dan manajemen usaha dalam rangka perintisan usaha mikro terutama bidang jasa dan makanan.

3. Untuk menstimulasi munculnya unit-unit usaha mikro baru sehingga dapat berperan dalam mengurangi angka pengangguran.

4. Memfasilitasi proses perencanaan, operasi, dan manajemen kelompok usaha rintisan.

a. Target
 Mendampingi secara langsung pada kelompok usaha rintisan
 Membangun akses usaha untuk pengembangan masyarakat
 Melakukan dampingan dibasis komunitas sampai terbentuknya organisasi yang representatif dikelompok dampingan usaha.
 Menjalin kerjasama dengan organisasi lain, termasuk pimpinan formal dan non formal.
 Melakukan fungsi pengawasan kebijakan dalam bentuk konsultasi,penyuluhan, layanan informasi maupun advokasi.

b. Sasaran
 Masyarakat umum khususnya pada kelompok perintisan Berwirausaha.

BENTUK BENTUK KEGIATAN
• Pelatihan – pelatihan Perintisan Usaha
• Seminar – seminar kewirausahaan
• Bantuan Pemodalan Usaha
• Bantuan fasilitas usaha
• Pendampingan usaha berkelanjuta

Sumber Dana
• Sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat.
• Perolehan yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar lembaga atau perkumpulan.
PENUTUP
Profil Perkumpulan “BINA USAHA MANDIRI” (BUM) untuk kelompok dampingan masyarakat di Surabaya barat dalam konteks yang luas dapat diartikan bagaimana bentuk civil society yang akan diterapkan BUM di Surabaya (Surabaya barat) dan dalam bangunan system peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan program bantuan material secara persial dan gradual tanpa memperbaiki struktur sosial dikomunitas dampingan dikhwatirkan tidak akan mampu memberikan hasil yang optimal. Program yang diterapkan Perkumpulan Bina Usaha Mandiri dalam periode Tahun 2008 – 2009 secara segmentatif dengan skala prioritas pada Kelompok dampingan yang berkelanjutan yang dititik beratkan pada Sosial bisnis, Pengembangan Ekonomi dan sumber daya manusia (SDM). Saran untuk lembaga donor, kebijakan social responsibility melalui pola dan sistem program BUM diatas, diharapkan terarah dan sesuai pada masyarakat yang membutuhkan.
 
POLITIK(4)  -  POLITIK(3)  -  POTRET RAKYAT(1)  -  B U M(1)  -  Business & Industrial(1)
Copyright © .cc.cc Inc. All Rights Reserved.
Use of this service constitutes your acceptance of the CC.CC Store's privacy policy.
Address : Jl. Bringin Indah 11, Surabaya,Jawa Timur, Indonesia, 60218 | Telephone : 031 72370145 | Fax : 031 7417502 | Email : | Instant messenger : massanger (Yahoo!) | Name : abdul hadi | Company : Bina Usaha Mandiri (BUM)


If you suspect illegal content or abuse, please report abuse.